Tampilkan postingan dengan label tiree. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tiree. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Sepenggal Puisi Dari Depok Untuk Anak Rantau

hidup-itu-sederhana


Pagi ini saya libur kerja, saya sempatkan diri sejenak ke blog teman-teman, saya mendapatkan sebuah puisi yang cukup bagus, puisi yang berjudul "Ibu yang Mengajariku untuk menjadi sederhana" tersebut penuh makna bagi seorang anak rantau. Kemudian saya pikir kenapa saya tidak mempostingkannya di blog saya juga ne, tentunya dengan tetap mengedepankan etika blogger dengan tetap menyertai link blog sumber. Oke guys, selamat membaca....!

Ibu mengajariku untuk berkelana. pergi sejauh-jauhnya dalam mencari makna. terbata mengeja setiap genap ganjil dunia. mengamati tingkah polah orang-orang asing yang kutemui. tentang cerita luar biasa yang terdapat di dalam mereka. tentang seorang perempuan tua yang suatu sore membelah senja menuju anaknya. tentang bapak tua yang tergopoh membawa beban di pundak. tentang sepasang muda yang saling mendekap lalu merentangkan pelukan. tentang yang pergi dan kembali. juga tentang sepi dan kehilangan tanpa salam perpisahan.

ibu mengajariku untuk selalu kuat melawan onak. seperih pedih apapun luka, pada akhirnya akan menjadi masa lalu juga. seperti sebuah kisah menarik yang kutemui dari seorang bapak tua pengayuh becak. tentang senyumnya yang tetap sumringah, meski kakinya berdarah-darah. 'demi anak dan ibunya, semua tak ada apa-apanya,' katanya.

ibu mengajariku untuk selalu pulang. sejauh-jauh kaki melangkah, tempat ternyaman untuk kembali adalah rumah. untuk merebahkan kepala sambil menceritakan kisah-kisah hebat yang sudah kudapatkan. menikmati sisa usia dengan kedewasaan pikir dan kerendahan hati. menjadi seorang sederhana yang mengenal siapa dirinya.

depok, 21 januari 2015
Sumber: mas-aih.blogspot.com
Baca selengkapnya » 0 komentar

Selasa, 17 Februari 2015

Moral dan Nafsu Marsose Dalam Perang Aceh


Jika kita mengurai sejarah perang aceh saat melawan Portugis, Inggris, Belanda, Jepang sampai dengan DI TII hingga perang melawan pemerintah Indonesia sungguh sangat menarik dan tidak akan ada habisnya. sebuah kisah yang dituliskan oleh Iskandar Norman dalam Blognya adalah sepenggal cerita yang diabadikan dalam sebuah buku oleh jenderal belanda yang pernah bertugas di Aceh.

Lelah berperang dan jauh dari istri membuat marsose stress. Perselingkuhan pun terjadi. Inilah sisi lain dari perang Aceh.

Suatu ketika, untuk membangkitkan semangat berperang, istri marsose dikirim dari Kuala Simpang ke Blangkejeren. Namun di tengah perjalanan yang berat, istri marsose yang muda-muda kembali ke Langsa karena tidak sanggup melanjutkan perjalanannya.

Barisan istri marsose yang tersisa, terus bergerak menuju Blangkejeren, dibawah pengawasan patroli Belanda, untuk mencegah adanya penyergapan dari gerilyawan Aceh. Para wanita itu ada yang mengenangan topi bambu kepunyaan suaminya, ada juga yang membawa tempat makanan dengan gambar bungan bertuliskan “selamat makan”. Barang-barang itu digendong dengan kain dipunggungnya.

Karena lelahnya pekerjaan menuju ke Blangkejeren yang dilalui dengan menaiki gunung dan menyebrang sungai, seorang istri marsose bernama Hethuela, sering emosi dan naik darah. Namun sampai di Blangkejeren persoalan stres para marsose tidak juga hilang, karena wanita-wanita yang tiba ke sana sangat sedikit. Mereka berada ditengah ratusan laki-laki (marsoese-red).

Hal inilah yang kemudian melahirkan sengketa baru antara para marsose, karena banyak marsose yang istrinya tidak sampai ke Blangkejeren, karena ditengah perjalanan yang melelahkan itu, wanita-wanita yang masih muda itu memeilih kembali ke Langsa. Sementara yang sampai ke Blangkejeren hanya yang tua-tua saja. Yang oleh Zentgraaff disebut wanita-wanita kasar dari Ambon yang tidak lagi berselera bagi laki-laki.

Soal sengketa itu, Zentgraaff dalam buku Atjeh menulis, para marsoase tidak bisa menahan nafsu. Tatkala Mosselman dengan pasukannya di Trangon, membuyarkan gerombolan perempuan Gayo, kemudian memburu mereka dengan sengitnya, telah jatuh ketangan mereka seorang wanita cantik istri salah seorang dari gerombolan itu. 



Mosselman memerintahkan pasukannnya membawa wanita itu sebagai tawanan, dan orang itu telah diperlakukan dengan sopan oleh setiap serdadu pasukan tersebut. Dia telah dibantu untuk menyebrang sungai-sungai, waktu memanjat air-air terjun. Dan disetiap bivak setiap serdadu sangat siap sedia membantunya. “

Masih menurut Zentgraaff, dalam menjalankan tugas, mereka mengekang diri, namun setelah kembali ke bivak, meledaklah ketegangan yang tertahan itu dengan nafsu yang membara. Bermula dengan seorang marsose Ambon yang masih muda, bernama Nannink. Dalam bivak itu diadakan permainan judi, terkenal dengan nama “puter dadu” yang betu-betul mencengkam pemikiran setiap pemainnya. 

Perempuan yang sudah berjanji akan kencan bersamanya, sudah tidak sabar menunggunya. Perempuan itu adalah istri dari seorang marsose lainnya. Karena kesetanan bermain, sang marsose lawannya berkencan ini kalap, lalu mengambil kelewangnya dan membunuhnya sebelum sempat berkencan.

Para opsir bawahan yang berada dalam mess mereka bercengkerama, tatkala mereka mendengar suara jeritan seorag wanita, dikira bahwa hal itu merupakan ganjaran hukuman biasa diberikan oleh suami terhadap istri yang dianggap nakal, seperti yang sering kali terjadi. “Selbach, seorang yang lucu, melompat ke atas meja dengan cambuk kudanya dijepit antara kedua lututnya sambil berkata: Ha, itu sudah dapat persen satu orang, saya mau pergi tengok sebentar apa perempuan itu sudah kapok atau belum,” tulis Zentgraaff.

iskandar.norman.blogspot.com
Sementara, si marsose Nanink, setelah membunuh perempuan itu pergi ke ruang barak, mengenakan setelan kulit dengan peluru-peluru dalam tasnya dan lima buah peluru berada dalam karabennya. Empat dalam tempat pelor dan satu dalam laras bedil. 

Seluruhnya berjumlah 16 tempat pelor masing-masing berisi lima peluru dan didalam dua buah tas peluru. “Kaedaan sangatlah kritis, dan Letnan Van Eck, bukannya menembak orang itu, atau memerintahkan untuk menembaknya, melainkan justru berusaha untuk menenangkan dia, namun, tatkala Selbach datang mendekat, Si Nanink menembak sersan tadi menembus kepalanya,” Lanjut Zentgraaff.

Timbullah kepanikan dalam bivak. Naninnk menembak membabi buta ke sekelilingnya sehingga seorang skelewak bernama Schild Wacht, mendapat serempetan peluru yang nyasar pada rahangnya. Jiwa marsose yang kalut itu, rupanya masih menyimpan cukup banyak kesadaran, sehingga pelurunya yang penghabisan diperuntukkannya bagi dirinya sendiri. 

Setelah ia mebunuh diri, kembalilah ketenangan suasana. “Dapat kita rasakan betapa merosotnya moril pasukan dengan kejadian trsebut. Dan betapa besar pengaruhnya permainan serba bunuh itu terhadap kawan-kawan lain yang berwatak lemah,” tulis Zentgraaff.

Karena itu pula Zentgraaff menilai para marsoese yang tersisa tak ubahnya orang yang menderita sakit jiwa. Disiplin pasukan elit Belanda itu luntur dengan semangatnya. Mereka juga mengalamai frustasi berat dan hilang keprcayaan terhadap diri sendiri.

Tidak hanya di Blangkejeren, hal yang sama juga terjadi di Takengon. Seorang marsose muda menembak mati dua kawannya, opsir bawahan bengsa Eropa. Karena salah seorang opsir itu telah bermain gila dengan kekasihnya. Setelah itu, marsoese muda itu pun bunuh diri

Baca selengkapnya » 0 komentar

Kamis, 12 Februari 2015

Penyebab Susah Tidur Saat Jatuh Cinta


Jatuh cinta, berjuta rasanya. Begitulah kutipan dalam sebuah lagu. Ketika jatuh cinta, orang seringkali mengalami euforia dan melakukan banyak hal aneh. Salah satu tanda umum ketika seseorang jatuh cinta adalah tidak bisa tidur. Apakah Anda juga pernah mengalaminya? Jika iya, apa Anda pernah berpikir mengapa anda menjadi sulit tidur ketika jatuh cinta?

Penelitian mengungkap bahwa ketika jatuh cinta, energi seseorang akan naik dan menjadi sangat tinggi. Ini menyebabkan konsentrasi dan pikiran mereka menjadi aktif. Scan MRI menunjukkan bahwa dalam masa ini, aktivitas otak yang kaya akan dopamin menjadi sangat aktif. Tak hanya dopamin, otak juga meningkatkan hormon yang berkaitan dengan stres seperti kortisol dan yang berkaitan dengan pengikatan hubungan dengan pasangan.

Dalam masa ini orang jatuh cinta mengalami kondisi yang dinamakan hypomanic. Hypomania adalah keadaan ketika seseorang mengalami mood yang terus meningkat disertai aktivitas dan energi, sehingga kebutuhan tidur mereka menjadi berkurang. Itulah mengapa ketika seseorang sedang jatuh cinta, mereka seolah tak butuh tidur dan ingin menghabiskan banyak waktu mereka beraktivitas dengan sang pujaan hati.

Beberapa peneliti di University of Basel di Swiss melakukan penelitian terhadap orang yang sedang jatuh cinta dan menanyakan mengenai kebiasaan tidur mereka saat jatuh cinta. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2007 menemukan bahwa orang yang sedang jatuh cinta memiliki waktu tidur yang lebih singkat hingga satu jam. Waktu tidur bahkan lebih singkat pada orang yang selalu memikirkan sang pujaan hati mereka, seperti dilansir oleh The Globe and Mail.

Uniknya, penelitian juga mengungkap bahwa meski waktu tidur yang dibutuhkan lebih sedikit, namun orang yang jatuh cinta cenderung memiliki kualitas tidur yang baik dan tak kalah dengan kualitas tidur orang yang tak jatuh cinta. Hasil ini didapatkan oleh penelitian lain yang dilakukan di Iran dan diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry and Clinical Practice (tahun 2011 dan 2013).

Bagi anda yang hatinya sedang berbunga-bunga, selamat menikmati kegelisahan karena tidak bisa tidur. :)

Baca selengkapnya » 0 komentar

Senin, 02 Februari 2015

Tak Hanya Kopi, Gayo juga Menghasilkan Batu Mulia Terbaik di Dunia


kopi aceh
Kopi Gayo Aceh

Demam batu mulia sedang melanda Indonesia. Batu akik, giok dan aneka batu mulia lain kini tak hanya identik dengan orang tua tapi juga anak muda. Siapa sangka,Tanah Gayo di Aceh, tempat asal batu mulia terbaik di Indonesia!

Batu giok gayo, aceh

giok gayo
Batu bongkahan giok aceh

Gayo memang penuh misteri. Dataran tinggi di tengah Aceh ini menyimpan kekayaan alam yang tidak sedikit. Selain sebagai penghasil kopi Arabica yang dikenal enak dan beraroma khas, Gayo juga menghasilkan batu-batu mulia terindah di dunia. Anda yang gemar mengoleksi batu mulia harus ke Gayo jika sempat. (Detik.com)
Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Fauzi Journey 2010

Template By Nano Yulianto