Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Mayoritas Yang Harus Tunduk Pada Minoritas

Belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan pernyataan Wakil Presiden Indonesia Yusuf Kalla yang menyatakan suara kaset ngaji di mesjid merupakan "Polusi Udara" yang lebih mengejutkan adalah pernyataan Mentri Agama untuk menghormati orang yang "Tidak Berpuasa".

Pernyataan kedua pejabat tersebut sungguh mengejutkan dan memiriskan, semua kita tau bahwa Indonesia adalah Negara dengan populasi muslim terbesar didunia sehingga pernyataan tersebut membuat rakyat negeri ini meradang, sejumlah kecaman dan cemoohan bertebaran di media sosial sehingga kedua pernyataan tersebut menjadi Top Topic sepekan terakhir. kecaman paling keras datang dari Provinsi paling barat Indonesia.

Ya, Aceh. Provinsi ini adalah daerah yang memiliki Lex Spesialist untuk mengatur dirinya sendiri terlebih daerah ini memiliki aturan khusus untuk menjalankan syari'at islam. Jum'at 12 Juni 2015 menjadi bukti betapa kerasnya protes yang dilancarkan masyarakat di ujung Pulau Sumatera ini, Semua Khatib Shalat Jum'at di hampir semua mesjid di Aceh membahas topik ini yang sebagian besar mengecam pernyataan petinggi negara tersebut, bahkan sebagian menyatakan itulah salah satu faktor yang membuat Hasan Tiro ingin memisahkan Aceh dari Indonesia. Aceh memang sama sekali tidak cocok dengan hukum, norma bahkan agama yang diterapkan di Indonesia.

Di Mesjid tempat saya melaksanakan Ibadah Shalat Jum'at, khatib menyentil pernyataan pejabat tersebut dengan sebuah contoh pada masa rasulullah SAW dimana Rasul bersabda bahwa seorang yahudi masuk syurga karena memperingatkan anaknya untuk menghormati orang muslim yang berpuasa. namun di negeri yang mayoritas islam ini malah sebaliknya, orang yang berpuasa diharuskan untuk menghormati orang-orang yang tidak berpuasa dengan membiarkan mereka makan di tempat-tempat umum, warung harus dibolehkan buka pada siang hari, lantunan suara alqur'an dianggap polusi, aturan apa ini....???

Lain Wakil Presiden dan Mentri Agama, lain lagi dengan Gubernur DKI Jakarta AHOK, menanggapi pernyataan Jusuf Kalla ahok mengatakan bahwa dia malah menikmati suara kaset mengaji di mesjid, namun disisi lain dia malah ingin melegalkan prostitusi di DKI, Bagaimana ini....???

Haruskah begini para pemimpin negeri ini...???
Haruskah moritas harus tunduk dan patuh pada kaum minoritas...???
Baca selengkapnya » 0 komentar

Jumat, 27 Februari 2015

Pesona Mesjid Megah di Tengah Gunung

Mesjid-raya-janthoe

Fauzi Journey, Mesjid merupakan tempat ibadah umat islam, jika anda berkunjung ke Aceh anda akan menemukan rumah Allah ini disepanjang jalan dan semua wilayah aceh yang tak luput dari tempat sakral tersebut. berbagai macam arsitektur mesjid dapat anda temukan di bumi serambi mekkah ini.

Sempatkanlah berkunjung ke kota Jantho Ibu Kota kabupaten Aceh Besar anda akan merasa takjub dengan sebuah rumah Allah yang seakan-akan berada di tengah hutan. Ibu Kota ini terletak sedikit jauh dari jalan lintas sumatera yang menghubungkan antara Kota Medan dan Banda Aceh.

Kota ini begitu asri, hampir tidak ada pencemaran udara di kota ini karena dihimpit oleh dua gunung, yaitu gunung selawah dan pegunungan bukit barisan, sehingga jika kita sampai ke kota ini seakan terasa berada di sebuah kota tua yang umumnya terdapat di kawasan eropa. sungguh pemandangan yang sangat indah dan sejuk dihiasi oleh Pohon Kayu besar yang sudah berumur cukup tua.

Tepat pada tanggal 1 Januari 2015 saya berkesempatan untuk liburan di kota jantho, ini merupakan kali kedua saya berkunjung ke Kota Tua ini, karena hari libur jalanan di kota ini sangat sepi sehingga menambah suasana keasrian sebuah kota.

Mesjid tersebut bernama Al Munawwarah, dan berdiri megah di pusat kota Jantho yang dikelilingi oleh perbukitan bukit barisan yang indah dan elok. Hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi akan semakin memberi kesegaran dan kekhusyukan bagi jamaahnya.

Jika anda ke Aceh, kurang lengkap rasanya jika belum sempat menunaikan shalat di mesjid nan megah dan seakan di tengah hutan tersebut. Akan menjadi wisata religi yang sangat memuaskan, menakjubkan dan menyegarkan serta mudah-mudahan iman anda akan bertambah dalam dan kuat setelah mengunjungi mesjid yang dibangun tahun 1988 dan berasitektur persia tersebut.

Sekian dulu gan jalan2 ke Janthonya, bagi yang suka wisata religi jangan dilewatkan mesjid yang terletak di pusat kota Aceh Besar ini ya... :)
Baca selengkapnya » 0 komentar

Senin, 23 Februari 2015

Aceh Also Have White House


Aceh White House

Today I'm going to Lampeuneurut Banda Aceh, I go to there just for refreshing. in the road I see a house like White House in USA, Literatur Design this White House of Aceh very good, I think how much budget for build house like that.

Glance to knowledge White House in USA is the official residence and principal workplace of the President of United State locate at 1600 Pennsylvania Avenue NW in Washington DC.

The White House is a Palace of Wali Nanggroe Aceh, the place using for actifity Wali Nanggroe Aceh. Wali Nanggroe Aceh Now is Malik Mahmud Al-Haytar

He's a head of GAM Military he live in Swedia. after Momerandum Of Understanding (MOU) between Indonesian Goverment and Free Aceh Movement (ASNLF) he come back to Aceh and back into Indonesian Nationality.

On the Desember 2013 Parlemen of Aceh appoint Malik Mahmud for Wali Nanggroe Aceh. I just want notify view some place in Aceh, and our people know we have White House too not just America. and money are not Everythings.

The White House is very nice, I think some day Want have House like that. See you later. :)
Baca selengkapnya » 0 komentar

Jumat, 13 Februari 2015

Indahnya Pelayanan di Kantor Samsat Banda Aceh

Kantor Samsat Kota Banda Aceh

Hari ini saya ada agenda membayar pajak sepeda motor tunggangan saya, tidak seperti biasanya, kali ini saya harus membayar di Kota Banda Aceh, dimana di tahun-tahun sebelumnya saya selalu membayarnya di Kuala Simpang yaitu tempat saya membeli motor ini dulunya.

Setelah beberapa kali berurusan dengan yang namanya Samsat, sebenarnya saya malas sekaligus benci bila mengingat yang namanya Samsat. dikarenakan setelah saya berurusan beberapa kali yaitu Samsat Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur dan Samsat Pidie, rata-rata pelayanannya hampir sama, yaitu pegawai sekaligus menjadi calo, pembayaran uang yang melebihi seperti tertera pada Pajak Kendaraan Bermotor. kadang2 saya berfikir, ini jelas-jelas lebih yang saya bayar, haruskah saya terima atau saya mesti komplain....??? Seperti biasa, supaya lancar dan cepat saya bayarkan saja, walaupun sebenarnya itu salah, bukan karena jumlah materi atau kalau di aceh biasa disebut Meupidie That Ureung, lebih sedikit kan biasa kalau di Indonesia (uang rokok) tapi tahukah anda, bahwa hukum bagi pemberi dan penerima adalah haram.karena uang tersebut tidak ikhlas diberikan oleh orang yang membayar pajak, namun karena sudah diminta dan untuk menghindari proses administrasi yang rumit ya ikhlas tidak ikhlas mereka bayarkan saja sesuai permintaan.

Pernah suatu kali di kantor Samsat Aceh Tamiang saya coba tanyakan, wajib pajak untuk motor saya sekian, tapi kenapa saya harus bayar lebih, mereka mengatakan kelebihannya untuk biaya map, formulir dan tembak KTP.
dan saya pun berfikir memang begini administrasi sesungguhnya, setelah beberapa kali saya berurusan dengan kantor tersebut dan semuanya sama.

Namun ternyata semuanya salah, setelah saya mengunjungi kantor Samsat di Ibu Kota Provinsi Aceh ini saya merasakan sesuatu yang berbeda, petugas disini sangat ramah, memberikan arahan prosedur pembayaran yang cukup membuat hati saya senang, sehingga dalam hati kecil saya terlintas seandainya semua lini pelayanan publik seperti ini pasti rata-rata umur hidup rakyat aceh akan bertambah, karena hati dan jantung mereka menjadi sehat dikala berurusan dan berhadapan dengan pegawai pemerintah.

Dan yang membuat saya sangat tercengang adalah saat proses pembayaran, tanpa saya tanyakan, sang pegawai setelah memanggil nama saya langsung menyebutkan jumlah nominal yang harus saya bayarkan, dan ternyata tepat seperti yang tertera pada pajak. mereka tidak meminta uang untuk map, formulir, tembak KTP, apalagi ongkos.

Setelah saya keluar dari sini saya berfikir seandainya Kantor Samsat Kabupaten/Kota diseluruh Aceh memiliki pegawai dan prosedur seperti yang ada di Ibu Kota saya yakin tidak akan ada lagi kendaraan BK di Aceh dan tidak akan ada lagi kendaraan yang mati pajak, sebagian besar pemilik kendaraan pasti dengan suka rela akan membayarkan pajak kendaraan mereka.

Semoga Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Aceh dapat mengevaluasi kinerja para pegawai mereka di daerah dan dapat membuat sejumlah aturan sehingga ketika masyarakat harus membayar pajak mereka tidak merasa keberatan untuk membayarkannya, selain karena harga yang murah juga pelayanan yang memuaskan. sekian dulu sahabat blogger kita akan berjumpa di lain waktu dengan topik yang berbeda.


Baca selengkapnya » 0 komentar

Rabu, 11 Februari 2015

Ketika Haji Uma Menjadi Imam dan Memberikan Ceramah


Haji Uma berdialog dengan para guru di Kota Banda Aceh

Jika anda orang Aceh, anda pasti kenal dengan yang namanya Sudirman alias Haji Uma. Ya, dia adalah sosok yang memerankam film komedi Aceh yang berjudul "Eumpang Breuh" dalam film yang begitu terkenal dalam masyarakat aceh tersebut sudirman menjadi Haji Uma sosok seorang ayah dari gadis cantik yang menjadi rebutan pemuda kampung dan pemeran utama dalam film tersebut dan berkarakter suka marah-marah.

Pada Pemilu tahun 2014 Sudirman mencalonkan diri sebagai Senator, dan diluar dugaan Sudirman berhasil merebut hati pemilih di Aceh dengan mengumpulkan suara yang cukup fantastis dan berhasil menjadi salah satu Senator dari Provinsi Aceh bersama tiga orang lainnya yaitu di urutan pertama diraih oleh politisi muda Aceh Fahrul Razi, disusul oleh Ghazali Abbas, dan Sudirman ditempat ketiga serta musisi Aceh Rafli.

Setelah berhasil menjadi senator yang mewakili aceh, Sudirman menduduki Komite III DPD RI, yang membidangi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan 13 Kementerian terkait lainnya.

Setelah lebih kurang tiga bulan bekerja, Sudirman melakukan Sosialisasi empat pilar kebangsaan sekaligus menjaring aspirasi masyarakat aceh untuk dibawa ke pusat untuk pertimbangan Pemerintah Pusat.

Sesi Foto dengan Haji Uma
Nah, disini saya sempat berinteraksi secara langsung dengan pak Sudirman, saya sempat terkagum-kagum dengan komedian yang satu ini. beliau adalah sosok yang bersahaja, cukup pintar dan sangat layak menjadi seorang Senator. setelah acara sosialisasi selesai Haji Uma diminta untuk memberikan sedikit ceramah setelah shalat asar, dan diluar dugaan ternyata bukan hanya memberi ceramah tetapi juga menjadi imam, benar2 kriteria seorang pemimpin terpenuhi.

Sebelum dapat berinteraksi dengan Sudirman saya sempat merasakan keraguan bagaimana seorang komedian melakukan lobi-lobi politik untuk kepentingan Aceh di pusat, semua keraguan tersebut luntur setelah saya mendengarkan ceramahnya di mesjid dan saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Berikut pesan Haji Uma untuk Masyarakat Aceh yang disertai dengan beberapa ayat Al-qur'an sebagai dalil. "Wahai masyarakat aceh masuklah kamu kedalam islam secara kaffah, maka insyaallah Aceh akan sejahtera dan selamat dunia akhirat, kita tidak menampik akan kuantitas keislaman masyarakat Aceh, namun kualitas keislaman kita yang harus dipertanyakan, karena sumber semua permasalahan kita sekarang adalah perilaku kita sudah sangat jauh melenceng dari prilaku seorang muslim yang beriman dan bertaqwa"


Khusus untuk pemangku kepentingan di Aceh beliau berpesan bekerjalah dengan ikhlas, semakin besar pangkat yang anda punya sesungguhnya semakin besar tanggung jawab anda, dan Allah akan meminta pertanggung jawaban atas jabatan yang anda miliki. mari sama-sama kita bekerja keras demi aceh yang maju, bersih dari korupsi, Aceh yang sejahtera dan BERMARTABAT. saya akan memperjuangkan Nasib Aceh semampu saya di tingkat pusat, dan para pemimpin dan pejabat di Provinsi Aceh dan semua kabupaten/kota saya harap juga melakukan hal yang sama di Provinsi dan Kabupaten/Kota Lanjut Haji Uma.


Pada Akhir ceramahnya beliau mengatakan semua kita ingin Aceh jangan hanya dipandang sebelah mata baik oleh Provinsi lain di Indonesia maupaun bangsa asing. jadi sekali lagi mari kita masuk islam secara kaffah, jika di ibaratkan Saya akan menahan di Muara, dan anda menahan di sungai dan paret2. sehingga pada akhirnya kita benar-benar menjadi Islam... Islam... dan Islam...

Baca selengkapnya » 0 komentar

Senin, 02 Februari 2015

Pesona Indahnya Ise-Ise, Sebuah Kampung Pedalaman Kawasan Tengah Aceh

Indahnya pegunungan di lintas tengah aceh

Jamboe Aneuk Gampong, Pada awal bulan september tahun 2012 saya mendapatkan tugas untuk mengumpulkan data keacehan ke Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Tengah, kami berangkat dari Banda Aceh satu Tim yang terdiri dari seorang Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Seorang Wartawan Antara Biro Aceh dan Seorang Staf Administrasi dari kantor serta saya sebagai Operator yang bertugas mencatat dan merekam semua data yang kami dapatkan.

Hutan ise-ise yang masih asri

Sebagai seorang operator saya diberikan satu buah Leptop, Handycam, Camera dan Infokus untuk menampilkan Data Presentasi, maklum saja daerah yang kami kunjungi adalah daerah pedalaman sehingga sulit untuk mendapatkan peralatan teknologi disana. (kwkwkwkwk)...

Di tengah perjalanan kami sempat beberapa kali istirahat untuk shalat dan makan tentunya, hehehe..... diantara tempat yang kami singgahi saya begitu terkesan dengan sebuah perkampungan yang bernama Ise-Ise, Desa ini termasuk dalam Administrasi Kabupaten Gayo Lues, dan berada diantara pegunungan dan hutan belantara. Namun di tengah ketertinggalannya, desa ini memberikan sesuatu yang wah bagi saya.

Saya terasa seakan kembali ke tahun 90-an, saya teringat dengan masa-masa kecil saat masih dikampung dulu, anak-anak yang bermain membuat kesedihan saya bangkit, ya saya teringat pada keluarga, saudara dan teman-teman di kampung. 
Rumah warga di kampung ise ise



Kerinduan akan kampung halaman semakin memuncak ketika saya mencoba untuk berinteraksi dengan orang-orang di sini, ya persis sekali dengan orang-orang di desa saya orang-orang disini sangat ramah dan memperlakukan tamu layaknya raja. 
Anak anak bermain sepeda di kampung Ise Ise

Ise-Ise adalah Surga yang tersembunyi di Aceh, budaya masyarakatnya belum tergerus oleh moderenisasi keramah tamahan masyarakat desa ini merupakan mahnet penarik bagi siapa saja yang datang kesini ditambah lagi dengan pemandangan alamnya yang indah dan sejuk menambah rona keindahan desa ini terpancar jelas bagi siapa saja yang datang kesini. 

Belajar main kartu ala eropa bersana turis dari prancis dan austria yang sedang berwisata di ketambe


Melalui tulisan ini saya ingin mengekpresikan kesenangan saya berada di desa Ise-Ise dan saya yakin semua orang yang pernah datang ke desa Ise-Ise merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan, Semoga suatu saat pemerintah dapat melihat desa Ise-ise sebagai sebuah destinasi wisata yang bernilai ekonomis tinggi jika digarap dengan baik dan sungguh-sungguh yang dapat berdampak bagi perekonomian masyarakatnya.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Tak Hanya Kopi, Gayo juga Menghasilkan Batu Mulia Terbaik di Dunia


kopi aceh
Kopi Gayo Aceh

Demam batu mulia sedang melanda Indonesia. Batu akik, giok dan aneka batu mulia lain kini tak hanya identik dengan orang tua tapi juga anak muda. Siapa sangka,Tanah Gayo di Aceh, tempat asal batu mulia terbaik di Indonesia!

Batu giok gayo, aceh

giok gayo
Batu bongkahan giok aceh

Gayo memang penuh misteri. Dataran tinggi di tengah Aceh ini menyimpan kekayaan alam yang tidak sedikit. Selain sebagai penghasil kopi Arabica yang dikenal enak dan beraroma khas, Gayo juga menghasilkan batu-batu mulia terindah di dunia. Anda yang gemar mengoleksi batu mulia harus ke Gayo jika sempat. (Detik.com)
Baca selengkapnya » 0 komentar

Sabtu, 20 Desember 2014

Sejenak Berada di Dayah Tanoh Mirah

dayah tanoh mirah


Dayah merupakan hal lumrah di Aceh, hampir di setiap desa di Aceh berdiri dayah, dari yang kecil sampai yang besar. Dayah adalah tempat orang-orang Aceh belajar Ilmu Agama, jika diluar Aceh tempat ini disebut dengan Pesantren. Nah diantara ratusan bahkan ribuan dayah di Aceh tersebut, biasanya dayah-dayah ini biasa dikenal dengan nama sang pendiri serta tempat berdirinya dayah itu. 

Diantara dayah yang pernah berdiri megah di Aceh adalah Dayah Tanoh Mirah, Pesantren yang berdiri kokoh di pedalaman Kabupaten Bireun ini didirikan oleh Abu Hanafiah atau lebih dikenal dengan Abu Tanoh Mirah. Dayah ini telah melahirkan banyak lulusan bertitel tengku di seluruh pelosok Aceh sampai Sumatera Bagian Utara dan Selatan.

Ulama yang terkenal pada masanya sebagai seorang ulama yang  sangat menguasai ilmu ushul fiqh, merupakan salah seorang murid dari Tgk. Syekh H. Muhammad Waly Al Khalidy atau yang lebih dikenal dengan Tgk. Mudawali.



Setelah sekian lama belajar pada Tgk. Syekh H. Muhammad Waly Al Khalidy di Dayah Darussalam Labuhan haji Aceh Selatan, beliau pulang ke kampung halaman mendirikan sebuah lembaga pendidikan Agama Islam yang bernama Dayah Darul Ulum. Dayah ini didirikan pada tahun 1957 yaitu di Desa Tanoh Mirah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Aceh. 



Pada masa jayanya, Dayah Darul Ulum pernah sangat terkenal sampai ke Malaysia dan provinsi lain di seluruh tanah air, banyak santri dari luar daerah yang belajar di dayah ini yang kemudian mampu membangun dayah di daerah mereka masing-masing.



Abu Tanoh Mirah meninggal pada tahun 1989 dalam usia 63 tahun dan meninggalkan delapan orang putra-putrinya. Beliau merupakan ulama Aceh yang sangat teguh memegang al-qur'an dan hadits dengan mengikuti pemahaman Mazhab Syafi'i dalam bidang fiqh dan mengikuti Mazhab al-Asy'ari dalam bidang akidah. Setelah beliau menghadap sang ilahi kepepimpinan Pesantren Darul Ulum diteruskan oleh anak-anak beliau, terutama yang sangat berperan adalah anak kedua beliau yang juga diberi nama sama dengan nama gurunya yakni Muhammad Waly Al Khalidy yang dipanggil juga dengan Tgk. Mudawali. 



Pada akhir tahun 2014 saya ditugaskan oleh kantor tempat saya bekerja untuk mengumpulkan data dan melakukan penelitian terhadap penulisan Buku Identitas Keacehan dengan tujuan ke Kabupaten Aceh Utara, saya berangkat dari Kota Banda Aceh bersama seorang Akademisi, Budayawan dan seorang Jurnalis, setelah berada di Kabupaten Aceh Utara kami pun beranjak pulang ke Ibu Kota, namun ditengah perjalanan salah seorang diantara kami mengajak untuk singgah sejenak di Pesantren Abu Tanoh Mirah, beliau mengatakan bahwa sudah sangat rindu pada dayah tersebut.


Barlian AW merupakan salah satu alumni dayah yang cukup terkenal tersebut, beliau bercerita bahwa dahulu beliau adalah pembaca Surat Kabar (Koran) buat Abu, sehingga beliau adalah salah satu santri junior yang setiap hari bisa berjumpa dan bercengkrama dengan Abu. setelah di sepanjang perjalanan mendengar cerita pak barlian ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Abu Tanoh Mirah adalah Orang yang cukup spesial sayapun tak sanggup menggambarkannya dengan kata-kata. dan setelah melalui jalan berbatu kami pun sampai ke dayah yang dituju.

Dayah abu tanoh mirah
Tidak ada yang istimewa dari dayah yang telah melahirkan ribuan tengku ini, kondisi bangunan tempat mengaji atau dalam bahasa aceh disebut bale cukup memprihatinkan, memang dayah ini sedang berbenah, itu terlihat dari bangunan beton yang sedang dibangun, tapi sayang nampaknya bangunan ini sudah terbengkalai. 

Ditengah komplek dayah ini terdapat rumah sang ulama yang masih berdiri kokoh. Dayah Tanoh Mirah juga dikelilingi oleh persawahan yang sangat subur dan kini di dalam dayah tersebut juga telah berdiri Rumah Sekolah setingkat SLTP.  
Baca selengkapnya » 0 komentar

Jumat, 20 Juni 2014

Harapan dan Asa di Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR


Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR- Dr Zaini Abdullah dan Muzakir manaf adalah dua mantan petinggi GAM yang memiliki karakter yang berbeda, yang satu memiliki titel dan kemampuan mentereng untuk masa-masa tahun 1976, yaitu seorang dokter yang kala itu meupo-po sinyak ( anak-anak orang tertentu ) yang bias menyandang gelar seorang dokter. Sedangkan yang satunya lagi adalah salah satu lulusan terbaik Akademi Pelatihan Militer Camp Tajura, Libya.

Setelah puluhan tahun berjuang dengan lika-liku pahit manisnya perjuangan atas nama harga diri, harkat dan martabat bangsa aceh pada tanggal 15 agustus 2005 Doktor Zaini Abdullah menandatangani MOU Helsinki sebagai salah satu perwakilan GAM.


Atas dasar perjanjian tersebutlah kemudian aceh memiliki hak untuk mendirikan Partai Politik Lokal yang belum pernah ada di Indonesia bagian lain. Partai Aceh yang didirikan oleh mantan kombatan GAM kemudian menjadi alat perjuangan yang belum usai. Partai ini pulalah yang secara resmi mengusung Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masa kepemimpinan 2012-2017, pasangan ini berhasil memenangkan pilkada 2012 dengan kemenangan telak satu putaran.
Pada tanggal 25 juni 2012 pasangan ZIKIR resmi dilantik oleh Mentri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bertempat di gedung DPRA Banda Aceh pelantikan ini menjadikan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pemimpin Aceh yang sah secara Dejure, walaupun jauh sebelumnya sebagian besar masyarakat Aceh secara Defacto telah mengakui mereka sebagai Mentri dan Panglima

Tanpa kita sadari waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR memimpin Aceh banyak keberhasilan yang di raih Pemerintah Aceh selama kepemimpinan mereka, namun juga tak sedikit yang menilai pasangan ini gagal dalam memimpin Aceh walaupun sebenarnya belum masanya kita memfonis pasangan ini GAGAL.


Apresiasi

..........Saya pribadi cukup mengapresiasi kinerja dan senantiasa berdo’a agar pasangan ini selalu dalam lindungan Allah SWT. Apresiasi saya yang pertama dalam Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR adalah pasangan ini mampu menjaga perdamaiaan aceh tetap langgeng sampai saat ini, walaupun perdamaian aceh sempat goyang di saat-saat menjelang Pemilu 2014 yaitu terjadinya beberapa aksi penembakan dan teror terhadap beberapa kader partai tertentu, dengan keberhasilan inilah saya yakin bahwa Pemerintah Aceh yang dipimpin Zikir sangat berkomitmen bahwa perdamaian adalah hal mutlak yang harus dijaga diatas segalanya. Dengan fakta ini jugalah saya tetap percaya bahwa perjuangan dan pesan pemimpin mereka terdahulu yaitu Dr Hasan Tiro tetap dipertahankan sampai sekarang, seperti semua kita ketahui bahwa pesan terakhir Hasan tiro adalah Jaga dan peliharalah perdamaian yang telah tercipta hingga menjadi perdamaian yang hakiki.


Apresiasi saya yang kedua adalah konsistensi pasangan ini untuk menjalankan seluruh butir-butir MOU Helsinki dan UUPA walaupun belum sepenuhnya pemerintah pusat memberikan semua hak Aceh secara ikhlas, namun pasangan ZIKIR tidak pernah lelah dan putus asa untuk menagih semua turunan UUPA agar tidak terjadi lagi perselisihan dimasa depan atau jangan sampai ada perjanjian LAMTEH jilid II.


Apresiasi saya yang selanjutnya adalah masalah penerapan Syari’at Islam, Pasangan ZIKIR cukup konsisten dalam penerapan Syari’at Islam meskipun sampai sekarang belum mencapai tingkat kaffah paling tidak ada usaha. Dikit-dikit lama-lama jadi bukit.  Coba anda lihat dari anggaran untuk pembangunan Dayah, gaji imam mesjid, dan pemberian beasiswa bagi santri yang belajar di tempat-tempat pendidikan islam setiap tahun mendapatkan penambahan yang cukup signifikan, saya yakin pasangan ini cukup mengerti bahwa tidak mungkin menerapkan Syari’at Islam tanpa didikan dan ilmu pengetahuan yang cukup.


Apresiasi saya yang terakhir adalah pengesahan anggaran tahun 2013 yang dilakukan sebelum tahun berjalan dimana sebelum pemerintahan ZIKIR belum pernah terjadi anggaran APBA disahkan sebelum tahun anggarannya berjalan. Ini merupakan sukses besar bagi pemerintahan ZIKIR.


Harapan

..........Kehidupan ini dimulai dengan harapan, dan yakinlah harapan tersebut akan tercapai jika usaha dan do’a selalu mengiringi harapan seseorang. Begitu juga dengan Pemerintahan ZIKIR, setelah pasangan ini terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh seluruh masyarakat Aceh memiliki harapan besar terhadap mereka, seperti Syari’at Islam, yang ibarat nafas bagi masyarakat Aceh, tanpa Islam mungkin Aceh lebih baik tiada. Begitu juga dengan pendidikan, Ekonomi serta keadilan. Seperti pesan Almarhum TGK Abdullah Syafi’ie “Bansa Aceh beu kong, Bansa Aceh beu Carong, Bansa Aceh beu kaya”. Kemudian ditasbihkan lagi oleh Almarhum Hasan Tiro dengan kata “Hajat Uloen hai Aneuk, Ta Doeng beu Koeng beu Meugloeng Lage Geupula”.


Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2014 mencapai 13,6 Triliun, sebuah angka yang cukup fantastis, namun sayang dengan angka rupiah yang sebesar itu pemerintah belum mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Aceh pada umumnya. Menurut analisa saya penyebabnya adalah perencanaan kurang tepat serta realisasi yang minim seakan-akan pemerintah bekerja tidak sepenuh hati. Semoga Pemerintahan Zikir ke depan mampu menyelesaikan permasalahan yang cukup mendasar ini.


Jika harapan saya diatas adalah realisasi anggaran yang minim, kini saya mencoba mentelaah harapan yang lebih besar, yaitu manfaat dari realisasi tersebut. Semua Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) menggenjot serapan anggaran tanpa peduli uang rakyat tersebut terkuras untuk program-program yang kurang bermanfaat bahkan tanpa manfaat sama sekali. Ini merupakan kesalahan “primitif” yang telah menjadi warisan dari masa ke masa. Semoga pemerintah ZIKIR mampu menyelesaikan permasalahan ini.


Harapan yang hampir sama juga saya tujukan kepada seluruh masyarakat aceh, ingat aceh bukan cuma ZIKIR, kepada masyarakat Aceh, mari kita membantu pemerintah ZIKIR membangun Aceh, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan pemerintah saat ini. Karena No Body is Perfect, mari kita saling mengisi kekurangan dan kelebihan antara pemerintah dan masyarakat. Jangan karena sedikit kekeliruan dan kekurangan mereka lalu kita hujat, karena itu sama dengan kita memaki diri sendiri. Toh mereka jadi Gubernur dan Wakil Gubernur juga karena kita yang pilih. Jadi setelah kita pilih kemudian kita do’akan agar Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan karunianya kepada mereka agar menjadi pemimpin yang amanah dan menyayangi rakyatnya.


Harapan saya pribadi yang paling utama adalah Jangan Sampai Aceh Tertipu Lagi. Semua orang tau bukan sekali dua kali Aceh di tipu, dari Soekarno, Soeharto sampai Megawati. Jadi Implementasi UUPA harga mati tanpa dapat ditawar sepeserpun karena UUPA lahir diatas darah dan air mata rakyat Aceh. Jadi jangan pernah menyerah dan mundur walaupun cuman sejengkal, sekalipun nyawa yang menjadi taruhannya. Air mata janda, anak yatim serta darah syuhada tidak bisa dihargakan dengan rupiah.


Penulis: Ahmad Fauzi adalah mahasiswa ilmu komputer Universitas U’Budiyah Indonesia Banda Aceh, Berasal dari pedalaman Aceh Tamiang
Baca selengkapnya » 0 komentar

Pilpres dalam Dilema Aceh

Oleh Ahmad Fauzi


Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 meski hanya ada dua pasangan, tapi memberikan dilema tersendiri bagi masyarakat Aceh. Plus minus keduanya tak jauh beda. Sama-sama pernah bersentuhan dengan konflik Aceh.

.
Sulit menakar kelebihan para calon presiden itu untuk Aceh. Kedua pasangan kandidat memiliki sejarah masa lalu yang kelam bagi Aceh. Tulisan ini bukan untuk menghakimi para Capres dalam kasus, tapi lebih kepada upaya menakar kembali akar sejarah sebagai spion untuk kita berkaca, mana yang terbaik  diantara keduanya.
Pasangan nomor urut pertama Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa. Pasangan ini di usung oleh gabungan Partai Politik (Koalisi Partai Politik) Gerindra, Golkar, PAN, PKS dan PBB. Prabowo Subianto purnawirawan TNI dan mantan Danjen Kopasus pada akhir-akhir masa Presiden Suharto berkuasa antara tahun 1966 sampai tahun 1998.
Pada masa kejayaan Cendana tersebutlah Aceh diterapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) untuk memusnahkan gerakan separatis yang dinamakan pemerintah RI sebagai Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) yang oleh pendiri dan pemimpin gerakan yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI tersebut diberi nama sebagai Aceh Merdeka (AM). Namun gerakan ini kemudian mengubah nama menjadi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Pada masa inilah yaitu rentang waktu antara tahun 1989 sampai 1998 saat penerapan Daerah Operasi Militer (DOM) ribuan nyawa masyarakat sipil Aceh melayang dan dihilangkan secara paksa tanpa jejak sampai sekarang serta tiada satupun pihak yang bertanggung jawab.
Akibat operasi baret merah ini juga ribuan wanita menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim serta ribuan pelanggaran HAM berat lainnya seperti perkosaan, perampasan harta benda dan penganiayaan yang mengakibatkan cacat fisik dan mental.
Pada sebagian masa itulah Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus akibat jabatannya tersebut banyak orang berpendapat sang jendral tidak bisa lepas dari tanggung jawab komando dan menjadikannya salah satu orang yang paling bertanggung jawab dalam sejumlah pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Rencong.
Mencermati lebih jauh, pada tingkatan pertangungjawaban, saya rasa Prabowo hanya pelaku sebuah kebijakan. Ia hanya menjalankan perintah dari atasan. Artinya Prabowo memang salah satu aktor dalam masa DOM di Aceh, tapi ia bukan sutradara. Di atas Prabowo masih ada Panglima TNI yang lebih bertangung jawab, dan di atasnya lagi ada presiden selaku panglima tinggi.
Meski demikian, sejarah kelam ini membuat masyarakat Aceh galau untuk memilih Prabowo Subianto sebagai pemimpin negri ini untuk lima tahun yang akan datang. Namun di sisi lain Partai lokal yang menguasai parlemen dan Pemerintah Aceh yang notabennya para mantan kombatan jauh-jauh hari telah berkomitmen untuk memenangkan Partai Gerindra di tingkat pusat atau DPR RI serta Prabowo Subianto sebagai Presiden.
Bahkan, Partai Aceh menempatkan ketuanya Tgk Muzakir Manaf yang menjabat Wakil Gubernur Aceh sebagai ketua dewan pembina Partai Gerindra Aceh serta ketua pemenangan Prabowo-Hatta Provinsi Aceh. Memang dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan. Partai Aceh memiliki deal-dealatau konsekuensi tertentu dari dukungan yang diberikan terhadap pasangan itu.
Kemudian pasangan nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kala. Pasangan ini diusung oleh gabungan (koalisi) Partai Politik yang di ketuai oleh PDI Perjuangan, koalisi ini terdiri dari PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI.
Jika Prabowo bertanggung jawab antara rentang tahun 1989 sampai 1998, maka Partai pengusung Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang sempat berkuasa pasca lengsernya Presiden Abdurrahman Wahid yang kemudian di gantikan oleh sang wakil Megawati Soekarno Putri bertanggung jawab semasa penerapan Darurat Militer di Aceh antara tahun 2002 sampai 2004. Lagi-lagi pada masa ini ribuan nyawa rakyat sipil Aceh melayang, ribuan wanita menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim.
Megawati selaku presiden yang penah berjanji di hadapan ribuan masyarakat Aceh di halaman Mesjid Raya Baiturrahman, kemudian mengingkari janjinya. Megawati berjanji “Jika Cut Nyak jadi Presiden tak akan ada lagi darah yang mengalir di Aceh.”
Ia menyebutkan diri sebagai Cut Nyak, sebutan terhormat masyarakat Aceh. Dengan itu Megawati seolah ingin merebut simpati rakyat Aceh. Tapi apa lacur, kertika Megawati jadi Presiden semua itu ia abaikan. Ia bukan hanya ingkar janji terhadap rakyat Aceh, tapi menambah luka Aceh dengan menerapkan Darurat Militer (DM) di Aceh. Di sinilah tangan Megawati kembali berlumur darah orang Aceh.
Dengan sejumlah fakta tersebut maka sangat wajar jika masyarakat Aceh berada dalam dilema yang besar untuk memilih sosok yang paling tepat pada tanggal  9 Juni mendatang.
Jika kita melihat masa lalu maka tidak ada satupun calon yang layak dipilih oleh masyarakat Aceh. Kedua kubu sama-sama dihuni oleh politisi berlumuran darah masyarakat Aceh. Namun tidak memilih kedua-duanya alias golput juga bukan solusi. Mari kita menimbang-nimbang keduanya, karena kita hanya boleh memilih satu.
Bukan kali ini saja masyarakat Aceh berada dalam posisi dilema ketika ingin memilih Presiden, mari kita lihat saat Pilpres tahun 2004 saat putaran kedua tinggal dua pasangan kandidat yaitu Megawati dan SBY. Pada Pilpres putaran kedua inilah dilema hebat melanda para pemilih di Aceh.
Di satu sisi jika memilih Megawati yang merupakan orang paling bertanggung jawab dalam penerapan Darurat Militer di Aceh, di sisi lain Susilo Bambang Yudhoyono adalah purnawirawan TNI membuat kekhawatiran dan ketakutan masyarakat Aceh jika negri ini di pimpin oleh pensiunan jendral yang umumnya tegas. Dan pada akhirnya pilihan rakyat Aceh jatuh pada sosok SBY yang berhasil memenangkan RI 1 tersebut baik di Aceh maupun secara nasional.
Semua ketakutan dan kekhawatiran masyarakat Aceh terkubur ketika RI dan GAM menandatangani Nota Kesepahaman yang berisikan penyelesaian masalah Aceh dengan cara damai dan bermartabat pada tanggal 15 agustus 2005 di Helsinki Finlandia. Sejak saat itu SBY menjadi sosok yang dihormati di Aceh, dimana setelah lebih dari tiga puluh tahun Aceh dilanda konflik berdarah yang berkepanjangan SBY berhasil membawa angin segar perdamaian di bumi Iskandar Muda.
Kembali ke Pilpres 2014, jika memang tidak ada satupun Capres yang cocok berdasarkan cerminan  masa lalu, maka mari kita pindah ke jendela yang lain, yaitu jendela masa depan. Di antara dua capres ini mana yang lebih memberi pengaruh dan komitmen bagi kemajuan masa depan Aceh.
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf telah mengatakan bahwa Prabowo akan memberikan perhatian lebih bagi Aceh serta akan menyelesaikan semua turunan UUPA dan Perpres kewenangan Aceh, maka tidak ada salahnya kita mengikuti dan mengiyakan anjuran wagub tersebut. Bahkan Rasulullah juga menyarankan kita untuk patuh pada pemimpin.
Semoga siapapun presiden yang akan terpilih nantinya mengerti tentang keistimewaan Aceh yang telah diakui oleh undang undang dan konstitusi Pemerintah Indonesia, karena dengan begitu damai Aceh akan langeng.[]

Ahmad Fauzi adalah mahasiswa Ilmu Komputer jurusan Sistem Informasi pada Universitas U’budiah Indonesia
Baca selengkapnya » 0 komentar

Pemerintahan ZIKIR dimata Blogger

Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR- Tanggal 25 juni 2012 menjadi awal dari keberhasilan dan kesuksesan sebuah Gerakan Kemerdekaan Aceh, dimana sejak saat itu Pemerintahan Aceh di pegang penuh oleh gerakan ini. Semua itu ditandai dengan dilantiknya Mentri Kesehatan dan Panglima perang GAM sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012 sampai 2013 oleh Mentri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di kantor DPRA Banda Aceh. Jauh sebelumnya Parlemen Aceh juga di kuasai oleh Partai Aceh yang merupakan Partai bentukan mantan Kombatan serta pengusung pasangan ZIKIR ini.

Perjuangan belum berakhir, dengan penguasaan penuh dua lembaga tertinggi di Aceh Legislatif dan Eksekutif, kombinasi keduanya yang dipegang oleh satu Partai seakan tiada halangan lagi bagi kemajuan dan kemakmuran serta semua hak-hak Aceh yang tertuang dalam Naskah perjanjian MOU Helsinki. Ternyata setelah gerakan ini menguasai Pemerintahan Aceh PR yang lebih besar telah menunggu, yaitu kemiskinan, ketertinggalan, dan kualitas pendidikan yang bobrok.


Jika kita melihat dimana posisi Aceh saat ini, dimata Indonesia pun Aceh belum cukup syarat untuk disegani. Badan Pusat Statistik tahun 2012 melansir Aceh adalah Provinsi termiskin keenam dari 33 Provinsi di Indonesia, yang lebih tragis adalah dunia pendidikan Aceh, Provinsi ini menjadi Provinsi dengan jumlah siswa yang tidak lulus merupakan yang tertinggi untuk tingkat SMA di seluruh Indonesia  yang mencapai 785 orang, meskipun secara persentase Aceh menduduki peringkat delapan nasional. (Tempo, 21 mei 2014)

Secara de-jure, Aceh mungkin tidak dijajah, karena tidak ada pengakuan takluk dari penguasanya dan perlawanan konstan dari pejuangnya. Namun system pemerintahan, ekonomi, dan aspek formal lainnya dipengaruhi oleh institusi hukum buatan Belanda. Akibatnya peningkatan kualitas manusia Aceh seakan jalan ditempat karena terus diperangi dan sumber daya alam tak henti dikeruk serta Aceh kembali menjadi korban ditengah anggaran yang melimpah.

Waktu berlalu begitu cepat, tiada terasa pemerintahan Zikir hampir genap berusia dua tahun, banyak kesuksesan dan penghargaan yang diperoleh, namun juga tidak kurang yang menilai pemerintahan ZIKIR telah GAGAL membawa Aceh ke arah yang lebih baik. Sebenarnya semuanya benar dan semuanya salah, tergantung dari sudut mana anda memandang. Jika seseorang menilai sesuatu dari sudut pandang yang positif, maka yakinlah nilainya akan positif jua, dan sebaliknya jika seseorang menilai sesuatu yang negatif, pasti nilainya juga akan negatif.

Sebenarnya jika kita melihat pemerintahan ZIKIR selama dua tahun ini secara bijak dua sosok pemimpin Aceh ini merupakan sosok yang sangat tepat, walaupun sebagian dari janji-janjinya semasa kampanye belum sepenuhnya dipenuhi, Setidaknya sebagian kewenangan Aceh telah berhasil mereka rebut dari pemerintah pusat.  Membangun bangsa yang porak-poranda setelah puluhan tahun dilanda konflik bersenjata bukan semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan dan kemauan serta kontribusi semua pihak untuk membangun Aceh kearah yang lebih baik sehingga dapat disejajarkan dengan bangsa maju seperti Malaysia, Singapura bahkan Brunei Darussalam pasti akan terwujud jika dilakukan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.

Maka dari itu sebagai bangsa yang beradab mari kita apresiasi kinerja pemerintah ZIKIR dan semua kesalahan dan kekurangan dalam Dua Tahun Pemerintahanan ZIKIR jangan kita nilai sebagai kegagalan sistem pemerintahan yang dipimpin Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

Penulis yakin apabila dikerjakan dengan niat yang ikhlas dan sepenuh hati serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Aceh Pemerintah ZIKIR akan mencapai keberhasilan dan mampu menjadikan Aceh yang bermartabat di mata dunia seperti buku yang pernah ditulis oleh sang Ayah Ideologis Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf  sekaligus Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Dr Muhammad Hasan Tiro yang berjudul “Atjeh bak Mata Donya”.

Kepada pasangan ZIKIR dalam peringatan Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR saya ucapkan terima kasih dan selamat mengemban tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan petunjuk serta melimpahkan rahmatnya dan karunianya bagi Pemimpin Aceh ini dalam memakmurkan bumi Iskandar Muda dan menjadikan Aceh sebagai Nanggroe yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

“Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang iya pimpin”


Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komputer jurusan Sistem Informasi pada Universitas U’Budiyah Indonesia
Baca selengkapnya » 1 komentar

Copyright © Fauzi Journey 2010

Template By Nano Yulianto